Meneladani Keberanian Sultan Qutuz Melawan Agressor Bengis Mongol (Pelajaran Penting Untuk Penguasa Negeri Islam yang Pengecut)



Memobilisasi tentara Muslim ke Gaza Adalah Satu-satunya Tanggapan Yang Dapat Dilakukan Oleh Para Penguasa Muslim. Jika Tidak, Mereka Telah Mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan Orang-orang beriman


Israel sekali lagi membom kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak di Gaza. Seperti yang bisa diduga para penguasa Muslim hanya memberikan kecaman yang merupakan penghias bibir. Presiden Mesir Mohamed Mursi mengatakan, “Israel harus menyadari bahwa kita tidak dapat menerima agresi itu dan bahwa hal itu hanya menyebabkan ketidakstabilan di wilayah tersebut.” Namun, seperti pendahulunya Mubarak, Mursi memang menerima agresi ini dengan menolak mengambil tindakan konkret seperti dengan merobek Perjanjian Perdamaian tahun 1979 atau dengan mengirimkan tentara ke Sinai untuk mencaplok Gaza kembali ke Mesir.

Sejak awal, Israel telah melakukan kekejaman demi kekejaman terhadap umat Muslim yang mengakibatkan sebagian orang yang berkuasa menjadi lemah dan ketakutan akan berdirinya sebuah negara yang ‘kuat’. Namun, Israel bukanlah penyerang arogan yang pertama yang menyerang umat Islam. Pada pertengahan abad ke-13, Kekaisaran Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan (cucu Jenghis Khan) menyerang Khilafah Islam, mendudukii negeri Islam dan bahkan membunuh Khalifah Al-Musta’sim di Baghdad. Orang Mongol membantai puluhan ribu Muslim dan menjarah dan menghancurkan masjid-masjid, perpustakaan-perpustakaan, dan rumah sakit-rumah sakit.

Setelah invasi ke Irak Hulagu menduduki Palestina dan mengirim utusan ke Sultan Qutuz di Kairo, Mesir menuntut penyerahan dirinya. Hulagu, seperti halnya para pemimpin Israel, melihat dirinya sebagai tak terkalahkan. Dia dengan angkuhnya menulis:

“Dari Raja Para Raja dari Timur dan Barat, Khan Yang Agung. Untuk Sultan Qutuz, yang melarikan diri untuk menghindari pedang kami. Anda harus berpikir tentang apa yang terjadi pada negara-negara lain dan menyerahkannya kepada kami. Anda telah mendengar bagaimana kami telah menaklukkan kerajaan-kerajaan yang luas dan telah memurnikan bumi dari para pengacau yang telah mencemarinya. Kami telah menaklukkan wilayah yang luas, membantai semua orang. Anda tidak bisa lepas dari teror tentara kami. Kemana Anda dapat melarikan diri? Apa jalan yang akan Anda gunakan untuk melarikan diri dari kami? Kuda-kuda kami dapat berlari cepat, panah-panah kami tajam, pedang-pedang kami seperti petir, hati-hati kami sekeras pegunungan, dan tentara kita banyak seperti pasir. Benteng-benteng tidak akan mampu menghadang kami, dan tentara tidak akan mampu menghentikan kami. Doa-doa Anda kepada Tuhanmu akan sia-sia melawan kami. Kami tidak tergerak oleh air mata atau tersentuh oleh ratapan. Hanya mereka yang memohon perlindungan kami yang akan selamat.. Bersegaralah memberikan surat balasan sebelum api peperangan menyala. Jika melawan, Anda akan mengalami bencana yang paling mengerikan. Kami akan menghancurkan masjid-masjid dan mengungkapkan kelemahan Tuhanmu dan akan membunuh anak-anakmu dan orang tuamu bersama Anda. Saat ini, Anda adalah satu-satunya musuh yang harus kami hadapi.. ”

Sultan Qutuz takut kepada Allah SWT dan tidak menjadi lemah oleh ancaman Mongol. Sebaliknya, dia menjawab dengan memobilisasi tentara Muslim dan berbaris keluar dari Mesir, melalui Gaza dan Palestina sehingga menimbulkan kekalahan memalukan pasukan Mongol pada pertempuran yang dikenal dengan Pertempuran Ain Jaluut.

Kita harus ingat bahwa tanggung jawab menghentikan agresi Israel ada pada umat Islam dan khususnya mereka yang memiliki kemampuan untuk menghentikannya yang merupakan tentara kaum Muslim. Bala tentara ini hanya akan bisa digerakkan oleh Khalifah yang sebegaimana Sultan Qutuz tidak takut kepada apapun selain kepada Allah SWT dan tidak takut kepada orang-orang Yahudi atau orang-orang Kristen, Israel dan Amerika, atau sekutu-sekutu mereka.

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.”(Al-Taubah, 9:14);

sumber : http://www.al-khilafah.org

Komentar